Christabelle Amadea; our Princess Belle

This blog will tell the story of our lovely Princess: Christabelle Amadea. Her day by day amazing development and activity. There are also many stories about our handsome baby boy : William Aurelius Nuth. The precious gift from God to my only sista: Maryke and Andre Nuth in Oslo, Norway. Last but not the least.., there also many piece of writings to share my ideas, concern, hope and pray about many things which is happening surround me.


Tuesday, May 12, 2009

Penutupan Rekening Kasih LM untuk Berkat

Puji Tuhan, Alhamdulillah bantuan untuk ananda tercinta: Berkat AnugrahHutauruk, bocah 4,5 tahun penderita AIDS di Medan telah mengalir ke rekening sumbangan kasih LM dari member Loving Moms maupun Sahabat LM selama 2 minggu sejak 29 April - 12 Mei 2009.

Kini tiba waktunya bagi LM menutup rekening kasih dengan Total Dana Akhir per 12 May 2009 pukul 12.00 WIB adalah sebesar: Rp. 14,185,066,-

Untuk selanjutnya bagi para donatur dan Sahabat LM yang masih ingin mengirimkan dana bantuan kepada Berkat, Afles, Sonya dan Tania untuk biaya hidup, pendidikan maupun pengobatan Berkat. Silahkan langsung mengirimkannyakepada rekening berikut ini:

BNI Cabang Balige
No. Rekening 0061200725
Atas nama Loli Simanjuntak
Ketua Komite AIDS HKBP

Nomor rekening BNI ini sesuai dengan kesepakatan pendamping dan keluarga Berkat. Rekening tersebut lepas dari intervensi pihak manapun. Dan dipastikan dananya fokus untuk pengobatan Berkat dan pendidikannya dan ketiga kakaknya. Ibu Loli Simanjuntak adalah Ketua Komite AIDS HIV HKBP. Untuk transparansi telah disepakati mekanisme pengambilan uang dari Bank harus dilakukan oleh 2 orang anggota Komite yaitu Diakones Mathilda dan Diakones Rosmauli.

Sesuai dengan kesepakatan keluarga dan pendamping, Berkat dan kakak-kakaknya akan diasuh secara bersama di dalam satu rumah yaitu Panti Asuhan Elim, yang bernaung dibawah Yayasan HKBP.

Ini adalah solusi terbaik, untuk menjaga ikatan persaudaraan dan cinta kasih diantara mereka. Juga untuk memberikan kepastian pendidikan untuk masa depan anak-anak yatim piatu ini. Selain itu, keluarga kandung sudah menyatakan tidak sanggup secara ekonomi untuk membiayai 4 orang anak sekaligus.

Dengan demikian Rekening Dana Kasih untuk Berkat kami tutup pada hari ini, Selasa 12 Mei 2009. Dana yang terkumpul seluruhnya akan diserahkan kepada Komite HIV AIDS HKBP yang telah dan akan terus mendampingi Berkat. Penyerahan bantuan akan dikoordinasikan dengan Bapak Eliakim Sitorus (aktivis gereja HKBP dan relawan kemanusiaan).

Bukti transfer terlampir




Sekali lagi kami ucapkan terimakasih kepada PT. Alltech yang telah membantudengan mengirimkan multivitamin Sel-Plex untuk supply 1,5 tahun kepada Berkat. Sel-Plex terbukti membantu meningkatkan daya tahan tubuh penderitaHIV/AIDS. Membantu penderita HIV/AIDS adalah salah satu program CSR Alltech. Thanks so much untuk Anggie mom Fakhri yang mengajukan proposal tersebut untuk Berkat.

Terimakasih atas kasih dan keperduliannya untuk Berkat, kiranya berkat Tuhan melimpah pula bagi para donatur yang baik hati. Amin.

Salam Kasih
Loving Moms - Let's Share our love with everyone

Moderator
Gerda Silalahi (gerdafs@yahoo.com)
Nia Octaviani (nia_octaviani@yahoo.com)
Bendahara Adhoc Dana Kasih LM untuk Berkat : Tiesmin Simatupang

Lebih lanjut tentang Loving Moms bisa mengunjungi blogs Loving Moms di http://lovingmoms.wordpress.com/

Thursday, April 30, 2009

Updates Dana Kasih LM dan Sahabat untuk Berkat Anugrah Hutauruk

Puji Tuhan, Alhamdulillah bantuan untuk ananda tercinta: Berkat Anugrah Hutauruk, bocah 4,5 tahun penderita AIDS di Medan telah mengalir ke rekening sumbangan kasih LM dari member Loving Moms maupun Sahabat LM.



Terimakasih kepada PT. Alltech yang telah membantu dengan mengirimkan multivitamin Sel-Plex untuk supply 1,5 tahun kepada Berkat. Sel-Plex terbukti membantu meningkatkan daya tahan tubuh penderita HIV/AIDS. Membantu penderita HIV/AIDS adalah salah satu program CSR Alltech. Thanks so much untuk Anggie mom Fakhri yang mengajukan proposal tersebut untuk Berkat.

Total Dana AKHIR per 12 May 2009 pukul 12.00 WIB sebesar Rp. 14,185,066,-

BCA
(29/4) Arleen mom Alyssa Rp. 1,000,000
(29/4) Tania mom Vida Cello Rp. 200,000
(29/4) Reynold, Gerda, Belle Rp. 500,000
(29/4) Nia mom Kayla Rp. 100,000
(29/4) Yuliana mom Zidan Naia Rp. 100,000
(29/4) Anita Theresa & Thair H. Rp. 1,000,000

(30/4) Maria Irma Yunita Rp. 200,000
(30/4) Condro Budi Satrio Rp. 25,000
(30/4) Juliadi Mel Amstro Rp. 200,000
(30/4) Dera mom Keishia Deo Rp. 250,000
(30/4) NN Rp. 100,000
(30/4) Rika Wulansari Rp. 200,000
(30/4) Jimmy Suwito Hutapea (Medan) Rp. 100,000
(30/4) Widia mom Timothy Joshua Rp. 150,000
(30/4) Hamba Alloh Rp. 50,000
(30/4) Setyarini (Rini) Rp. 200,000
(30/4) Maryke Silalahi Nuth (Oslo) Rp. 1,000,000
(30/4) Anggie mom Fakhri Rp. 200,000
(30/4) Wahyu Susantya Adi Rp. 200,000
(30/4) Kel. Pierson Tambunan-Yannie Rp. 500,000

(01/5) Lucia Yolanda mom Benning Rp. 250,000
(01/5) Rika mom Nadine Nathan Rp. 200,000

(02/5) Kel. Makden Siagian-Ellen S. Rp. 300,066
(02/5) NN Rp. 200,000
(02/5) Devi Terang Sari Rp. 100,000
(02/5) Dewi mom Icha (Aussie) Rp. 150,000

(04/5) Ricke mom Wilson (Surabaya) Rp. 200,000

(05/5) Mutiara Evy Junita Rp. 500,000

(06/5) Tumpak Marito Silitonga XL Rp. 200,000
(06/5) Elis mom Deven & Rui Rp. 250,000
(06/5) Mel mom Alexa & Kei Rp. 300,000
(06/5) Teman Devi Terang Sari (2 orang) Rp. 100,000

(07/5) Sentosa dan Anna. -Teman Devi Terang Sari Rp. 400,000
(07/5) Tassya. Teman Anggie di Alltech Rp. 200,000

(08/5) Paulus Rasubala Dr Rp. 100,000

(09/5) Fenty mom Reyn Rp. 200,000

(10/5) Pelayan Kristus Rp. 500,000
(10/5) Hendrik dan Vivi - Teman Devi Terang Sari Rp. 300,000
(10/5) NHKBP Pos Muka Kuning Batam Rp. 300,000
(10/5) Lia mom Gerrard Rp. 100,000
(10/5) Nia mom Icha, Surabaya Rp. 100,000

(11/5) Yuliana Rp. 200,000

(11/5) Hety mom Steven, Bangkok Rp. 100,000

(11/5) San Vrisca dan kawans Rp. 660,000

(12/5) Yuno mom Fara dan Fira Rp. 100,000


Mandiri

(29/4) Tiesmin mom Marvel Jeo Rp. 500,000

(30/4) Rylzking Saragih Napitupulu (Dundee, UK) Rp. 300,000
(30/4) Salmon Tampubolon Rp. 100,000

(07/5) Ori Hasibuan Rp. 500,000

(12/5) Marvellino & Jehoshua Sinaga Rp. 500,000

Rekening Dana Kasih untuk Berkat kami tutup pada hari Senin, 11 Mei 2009. Dana yang terkumpul seluruhnya akan diserahkan ke Komite HIV AIDS HKBP yang telah mendampingi Berkat. Penyerahan bantuan akan dikoordinasikan dengan Bapak Eliakim Sitorus (aktivis gereja HKBP dan relawan kemanusiaan).

Terimakasih atas kasih dan keperduliannya untuk Berkat, kiranya berkat Tuhan melimpah pula bagi para donatur yang baik hati. Amin.

Salam Kasih,
Loving Moms – Let’s Share our love with everyone

Moderator
Gerda Silalahi (gerdafs@yahoo.com)
Nia Octaviani (nia_octaviani@yahoo.com)
Bendahara Adhoc Dana Kasih LM untuk Berkat: Tiesmin Simatupang

Lebih lanjut tentang Loving Moms bisa mengunjungi blogs Loving Moms di http://lovingmoms.wordpress.com/

BANTUAN KASIH UNTUK BERKAT ANUGRAH HUTAURUK

BANTUAN KASIH UNTUK BERKAT ANUGRAH HUTAURUK, BOCAH 4.5 TAHUN PENDERITA AIDS DI RS PRINGADI MEDAN.

Dear Sahabat,


Mohon maaf jika surat ini mengganggu kenyamanan dan ketenangan sahabat. Sungguh kami, para ibu yang tergabung di milis Loving Moms (LM) tidak bisa tinggal diam demi mengetahui penderitaan yang dialami Berkat Anugrah Hutauruk, bocah yatim piatu umur 4.5 tahun yang positif mengidap AIDS dan saat ini sedang dirawat di RS Pringadi Medan.

Kami tak kuasa menahan tangis dan sesak di dada, demi membaca kisah hidupnya yang sangat tragis. Berkat adalah anak bungsu dari 4 bersaudara, yang menjadi yatim piatu sejak kedua orangtuanya meninggal (ayahnya meninggal Des 08 dan ibunya Feb 09 lalu). Keempatnya terpaksa hidup terpisah ditampung hidup di rumah saudara. Rumah neneknya dibakar karena warga kampung takut tertular, bahkan Berkat dan keluarganya pun diusir dari kampung.
Loving Moms mengadakan Fund Raising di milis dan menyebarkan proposal kasih kepada Sahabat LM yang kami cintai, yang selama ini tak henti mengulurkan tangan melalui LM untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan. Lewat dukungan dan kepercayaan Sahabat LM, telah banyak orang yang terbantu dan hidup lebih mudah.

Dana Kasih untuk Berkat akan kami laporkan secara terbuka di blogs dan milis.
Dana Kasih akan ditutup pada hari Senin 11 Mei 2009.

Selasa, 12 Mei 2009 kami akan mengirimkan seluruh dana yang terkumpul ke rekening mandiri Komite HIV AIDS HKBP yang saat ini telah menempatkan relawannya (Sonti Erika Manik) di Medan untuk mendampingi Berkat dan keluarga. Selain itu, Bapak Eliakim Sitorus (teman baik moderator LM), seorang aktivis gereja HKBP dan relawan kemanusiaan yang pertamakali mengabarkan tentang Berkat juga rutin membesuk ke RS Pringadi.

Jika ada diantara sahabat yang terpanggil ingin menitipkan sedikit perhatian untuk Berkat dan keluarganya. Untuk bersama-sama dikumpulkan dan dikirimkan atas nama Loving Moms dan Sahabat LM, kami menyediakan rekening BCA dan Mandiri.
Rekening Dana Kasih LM akan ditutup pada hari Senin, 11 Mei 2009
Mohon konfirmasi setelah transfer by sms.


Terimakasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan kepada Sahabat yang berbagi kasih untuk ananda tercinta, Berkat Anugrah Hutauruk. Kami hanya bisa mendoakan Tuhan yang Maha Esa melimpahkan berkat bagi semua tangan yang memberi dan hati yang mendoakan dengan tulus. Berbahagialah orang-orang yang masih bisa berbagi kasih dan berkat.

Salam Kasih,
Let's Share our Love With Everyone

Moderator Loving Moms
Gerda Silalahi (gerdafs@yahoo.com)
Nia Octaviani (nia_octaviani@yahoo.com)


************************

ELIAKIM SITORUS on 04/28/2009 02:24 PM
To: Gerda Silalahi
Subject: Tuhan yang Meringkuk.

Berkat Anugrah Hutauruk. Di papan pasien tertera Berkat. Saya temui di kamar ujung Zaal 3 anak RS Pirngadi Medan itu, seorang anak kecil berumur 4,5 thn terkulai di tempat tidur, kulit menyatu dengan tulang. banyak bekas borok di sekujur tubuhnya. Dia meringkuk. Di sampingnya berdiri seorang anak lelaki berumur 13 thn, itulah Afles abang si sakit Berkat. Di situ juga kutemukan boru Hutauruk dan suaminya Hutabarat. Satu lagi boru Hutauruk (ny. Panjaitan). Mereka adalah namboru (saudara perempuan bapak si Berkat almarhum) Berkat. Di rumah kedua namboru ini masing-masing sudah ditampung saudara perempuan Berkat dan Afles, setelah ayah mereka meninggal Desember 2008 lalu di RS Tarutung dan ibu mereka boru Sihombing meninggal februari 2009 di Medan. Keduanya dikebumikan di Lumban Baringin, Sipoholon, Taput.

Aku tak bisa berkata apa-apa, kecuali mendengar`keluhan ketiga orang dewasa itu. "Sudah capek kami ditanyai orang, difoto, dijepret...", katanya. Mungkin mereka menduga saya inipun "tukang potret" atau "tukang tanya-tanya". Lalu saya jelaskan, saya tak akan bertanya, saya tak akan memotret, sekalipun tadinya ada keinginan untuk itu, kamera tak lagi kukeluarkan dari ransel. Ini isyarat dari mereka bahwa mereka tak mau dijadikan lagi objek...bertanya dan dipotret.
Saya menguatkan mereka. Sesungguhnya aku sudah mau menangis, tapi air mataku kubendung habis-habisan. Sebab jika sampai aku menangis di hadapan orang ini, akan luluhlah hatinya, mereka pun sudah siap untuk menangis sekarang. Aku ajak mereka berdoa bersama, setelah Nyonya Panjaitan, pergi memanggil Afles, yang tadi pergi ke luar ruangan. Kami berdoa bersama... Aku pamit, setelah memberi derma sedikit buat Afles, sambil berkata:"Jaga adikmu Berkat ya Afles, jangan takut"

Di gang jalanan RS Pirngadi Medan, tak tahan lagi aku menahan air mata, aku menangis...sambil berjalan keluar menuju tempat parkir...Baru kali ini kulihat langsung dengan mata kepala saya sendiri orang yang sekarat karena penyakit AIDS.

Ah... di wajah layu Berkat yang meringkuk itu, saya lihat wajah Tuhanku disitu...
PS: Saya masih menunggu konfirmasi tentang pembakaran rumah dan pengusiran mereka dari Bahal Batu, Siborongborong. Tim Komite HIV AIDS HKBP dari RS HKBP Balige sedang jalan ke kedua desa itu. Semoga tak benar "pembakaran" dan "pengusiran".

Medan, Senin, 27 April 2009 pukul 18.30 WIB by Eliakim Sitorus


Kakak-kakak Berkat: Ruth Tania, Sonya, Afles, Berkat






Link berita tentang Berkat di berbagai surat khabar:


Pontianak Post
http://pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=17931

Mengunjungi Kampung Bocah Penderita HIV/AIDS
Dibawa ke lading, rumah nenek diisukan dibakar

Harian Sumut
http://www.hariansumutpos.com/lihat-24720?bcsi_scan_B0551064D4B35FFF=0

Sempat Dikurung Seminggu di Kamar karena Warga Jijik
Perjalanan Bocah Kena AIDS Hingga Sampai di RSU Pirngadi (1)

Harian Sumut
http://www.hariansumutpos.com/lihat-24721?bcsi_scan_B0551064D4B35FFF=0

Darah 2 Kakak Berkat Diperiksa
Bocah 5 Tahun Terkena HIV/AIDS

Monday, April 13, 2009

perayaan paskah dan liburan belle di rumah oma

sejak awal tahun aku sudah berjanji, setiap paskah kami akan mebiasakan menginap di rumah oma opa belle di galaksi. supaya adil, selama ini setiap hari belle selalu diasuh opung2nya tiap pulang sekolah karena rumahku dekat mereka. oma opanya jarang kebagian, paling2 akhir pekan itupun tidak selalu.

jadilah kami menginap di taman galaksi sejak kamis. mama betty, omanya belle yang sudah 20 tahun lebih tinggal disitu, tidak boleh ikut memilih karena namanya tidak tercantum dalam DPT. cape dehhh. tetangga sebelah rumahnya baru pamit ketika kami tiba. mama cerita kalo ibu itu sedang menawarkan rumahnya untuk dibeli dengan harga jauh di bawah market price. apa sebab? karena dia ikut nyaleg dan butuh uang untuk nutupin hutang2nya. oala..., kasihan sekali. ini kali kedua dia ikut caleg. pemilu sebelumnya, terpaksa menjual 2 mobil mewahnya. pemilu kali ini lebih parah, 2 mobil + rumah. dia harus pindah ke rumahnya yang lebih sederhana di bogor. malamnya kami dapat khabar, beliau dipastikan tidak lolos jadi aleg, padahal beliau nomor teratas. dia sudah mengeluarkan modal miliaran untuk kampanye kali ini. wah, wah wah.
kamis sore, belle minta nonton bioskop. pergilah kami nonton filem produksi dreamworks: monster vs alien di XXI mega bekasi. alamak, ini mal apa pasar? penuh banget, jutaan manusia tumpah disana. nonton pun dapat 2 kursi paling depan. biarin deh, yang penting belle senang, sudah setahun papanya hampir tidak punya waktu bahkan di akhir pekan karena kantornya mengebut pengerjaan jembatan cakung. sambil menunggu pertunjukan dimulai, aku memperhatikan jari orang-orang disekitarku. kenapa hampir semua gak ada tanda biru yah? tanya ditanya, ada yang memang gak ikut pemilu karena golput, ada yang dipaksa golput, ada pula yang ikut nyontreng tapi begitu cuci tangan langsung hilang tanda biru itu. maklum..., tintanya KW 3, di kuitansi pasti original. hehehe.

jumat pagi pukul 05.00 kami semua sudah siap2 berangkat ibadah, hari ini mama betty bertugas sebagai diaken melayankan perjamuan kudus bagi yang sakit di rumah, jadi kami bisa duduk bareng. belle aku angkut dari tidur pulasnya, tiba di gereja aku gantikan bajunya dan menyikat giginya. pukul 06.00 ibadah jumat agung dimulai. aku melihat binar bangga dari oma dan opa belle, senyum yang selalu muncul tiap kali kami duduk disampingnya pada kebaktian. maklumlah papa belle anak pertama sekaligus anak kesayangannya yang sejak dulu menjadi anak penurut (sekarang nurut ama bininya, hahaha). belle juga selalu menjadi cucu yang selalu ingin dipamerkannya kepada teman gerejanya. maklum, belle tinggal jauh (padahal cuma jakarta - kalimalang. hehehe), cucu2nya yang lain tinggal dekat di kalimalang.

sesaat sebelum pelayanan firman, sebuah trio memberikan pujian yang berjudul eli eli eli lama sabakh tani. belle bertanya "apa artinya mam?" aku jawab, "Tuhan Yesus sedang bertanya kepada Allah, kenapa Dia ditinggalkan" 5 menit berikutnya aku sibuk menceritakan kepada belle kalimat2 Yesus di kayu salib. belle cukup banyak mengerti soal kematian dan kebangkitan Yesus alias paskah. di sekolahnya mereka sudah menjalani persiapan paskah. hari senin lalu, belle mengumpulkan celengan kasihnya ke sekolah, hasil tabungan anak2 selama sebulan akan disumbangkan ke panti asuhan untuk perayaan paskah. ada banyak lagu2 bertema paskah dan kematian Yesus yang belakangan ini sering dinyanyikan belle di rumah. terutama tanda paku di kaki dan tangan menjadi lagu favoritenya.

ketika tiba waktunya perjamuan kudus, belle minta tetap ditemani, tak mau sendiri ditinggal di kursi. jadilah aku dan papanya yang lebih dahulu duduk di meja salib. baru kemudian oma opanya. berbeda dengan HKBP, di GPIB setiap jumat agung perjamuan kudus dilaksanakan di meja salib yang diletakkan memanjang ke kanan, kiri dan ke pintu utama gereja. meja taplak putih itu memberi kesan kesucian hati yang lahir dari pertobatan setelah menerima perjamuan kudus. setiap selang 4 orang, sudah disediakan roti dan anggur. aku ingat pertama kali mengikuti perjamuan kudus dengan meja salib di GPIB eben ezer. karena jemaatnya sedikit, semua meminum anggur dari piala yang digilir. wah, aku membayangkan macam2. gimana kalo seorang bapak tua menularkan batuknya lewat piala? baru kemarin aku sadar, ternyata ada majelis yang bertugas melap piala setiap satu putaran dengan tissue basah untuk satu meja paling dekat pendeta, selebihnya semua jemaat meminum anggur dari sloki yang tersedia di depan masing2. aku berbisik ke papa belle, kalo di HKBP gak bisa deh memakai piala anggur untuk perjamuan. bisa-bisa satu orang mandorguk satu piala, hehehe. maafffff bercanda.

aku pun memakan roti hidup dan anggur perlambang darah Kristus itu. kucoba untuk tidak mengunyah roti manna, aku ingin mencoba cara umat katolik yang tidak boleh mengunyah roti manna, hanya boleh diemut. diresapi dalam2, berhasil. anggur perlambang darah kristus itu kusesap, rasanya agak panas di leher. jadi ingat dulu ketika main organ di HKBP tarutung kota, sintua2 selalu menyembunyikan puluhan botol anggur di dekat kakiku, poti marende itu menjadi tempat para sintua itu membuat dosa 'korupsi'.

ketika mendengar kalimat pendeta memecahkan roti, belle berbisik, "aku juga punya roti mami" dan diapun memakan roti isi meses dan strawberry jam itu bersamaan dengan jemaat lainnya memakan roti perjamuan. papanya bercanda, "nih belle minum anggur perjamuanmu" sambil menyerahkan frutie rasa anggur yang kusiapkan untuk belle. dengan demikian, belle sudah mengalami "perjamuan" hari ini :)

selepas kebaktian, aku dan oma belle belanja makan siang di warung2 menado di dekat gereja. ini bagian yang paling kusuka, lidahku yang aseli batak kalo ketemu makanan menado rasanya maknyusss. aku memilih soup brenebon (salah tulis kali), daging babi panggang (papa belle suka sekali lemak putihnya), sate babi, babi rica, ayam rica, bunga pepaya, babi kecap. pokoknya kolesterol semua. ada panada, ada lalampa, dll. papa belle pasti senang banget, kangennya tersalurkan. sorenya belle minta jalan2 bentar ke mal. sekalian beliin roti.

sabtu pagi, papa belle harus kerja. belle diajak oma opa ke toko buku emanuel untuk membeli hiasan telur paskah anak2 sekolah minggu. aku ijinkan belle jalan bertiga aja dengan oma opanya, bukan main senang oma opanya. jadilah aku ngedon di rumah buka2 facebook sambil nonton siaran ulang ulang american idol. aduh sayang banget, scott yang keluar minggu ini. aku berharap dia bisa lolos ke 5 besar, seorang yang tuna netra sejak lahir dengan bakat musik dan bernyanyi seperti dia patut diberi kesempatan agar bisa menginspirasi orang lain.

jam 06.00 sore, oma belle baru membalas telponku yang sejak siang sudah kucoba hubungi namun tidak diangkat. aku ingin tahu gimana belle, apakah dia enjoy. ternyata oma opa dan belle sedang di mal botani bogor, waksss? jauh amat? rupanya sejak siang mereka sudah ke bogor selepas belanja di emanuel. di bogor, belle dan sepupunya chacha diajak omanya bermain di bouncy town. rupanya oma belle kangen cucunya yang di bogor.

"belle senang?" tanyaku. "senang mami, belle tadi loncat2 sama chacha di bouncy town. belle jagain chacha, anak2 lain mainnya kasar, dorong2 dan gak antri. nakal deh" kata belle. "belle makan apa?" dia jawab, "makan mie ayam habis. jus strawberry sisa dikit karena belle udah kebelet main" hehehe.

aku dan papa belle makan malam di seafood taman galaksi sambil nunggu belle pulang. ah enaknya seafood pinggir jalan begini, udah murah, enak, plus asapnya yang bikin tambah seru. "belle nangis nih cari mami" telpon omanya ketika kami akan membayar makanan. wah..., sudah jamnya tidur, pukul 09.30 ketika belle tiba di rumah omanya dari bogor. aku pun bergegas, tiba di rumah aku memandikan belle dengan air hangat sambil mendengar cerita serunya hari ini, berjalan2 ke bogor dengan oma opa. "belle kangen mami gak?" tanyaku. "kangen dikit sih mi" aku jawab, "pasti kangennya waktu belle udah ngantuk yah?" dia tertawa sambil mengangguk kencang.
minggu pagi jam 06.00, kami sudah tiba di GPIB gloria, gereja tempatku diberkati 6 tahun lalu dan tempat belle dibaptis 4 tahun lalu. oma opa tetap kebaktian di GPIB jatipon, mereka ikut kebaktian subuh pukul 04.00 pagi. belle pun bergabung dengan anak2 sekolah minggu yang merayakan paskah, sementara papanya asyik ngobrol dengan teman2nya mantan pemuda gereja. papa belle pernah menjadi ketua pemuda disini. game pertama anak2 mencari telur di halaman gereja, belle dapat satu telor yang disimpan di pecahan tembok. game berikutnya anak2 TK menyusun puzzle dan mengumpulkan bola. terakhir saat mau pulang, anak2 mendapat hadiah games (belle dapat gelas kecil), dan gudibeg isi telor n snack.

tiba di rumah oma, belle disambut ciuman selamat paskah dari oma opa. belle diminta nyanyi paskah dulu baru kemudian mencari telur dan hadiah paskah di kamar oma. belle pun menyanyi tanda paku. lalu lari mencari hadiahnya di kamar. tidak lama kemudian, dia keluar membawa telur yang dihias omanya dan sebuah hadiah berbungkus kertas kado, ketika dibuka isinya board yang bisa dipakai mewarnai kisah2 alkitab. belle senang sekali dan bilang terimakasih ke oma opanya. sekarang belle cari hadiah paskah dari mami di kamar kita, ajakku. belle langsung menemukan bingkisan paskah isi telor dan coklat yang juga dihias oleh omanya. belle menyelutuk, "ini pasti buatan oma" sialan..., papa dan omanya langsung ngakak. tahu aja belle gak mungkin mamanya serapih itu.

sudah siang ketika waktunya kami pulang, di mobil belle teriak ke oma, "oma.., besok2 belle nginap lagi yah" ini kali pertama belle menginap lama di rumah omanya, biasanya memang kami hanya menginap satu malam ketika natalan atau weekend.

liburan dan paskah kali ini sangat menyenangkan. selain membuat belle oma opanya senang, dompet pun gak keringatan. hehehe.

happy easter everyone !

semoga kebangkitan Yesus Kristus dari kematian mengalahkan maut memberikan kita hidup baru yang penuh pengharapan dan sukacita. amin.

Monday, February 23, 2009

Belle dan teman-temannya TK A Penabur Gunsa Field Trip ke Ancol

Senin, 23 Februari 2009

Sejak pulang sekolah Kamis lalu, Belle sudah heboh cerita kalo dia bersama teman2nya TK A1 dan TK A2 akan jalan-jalan ke Gelanggang Samudra Ancol. Aku bilang, "Belle sudah berapa kali kesana..., masih ingat?" Hooh, diang mengangguk cuek.

Sabtu dan Minggu pagi, begitu bangun Belle sudah tanya, "Mam, ini hari apa? Hari Senin yah ? Kita harus nyampe di sekolah jam 08.00, supaya tidak terlambat. Nanti ditinggal lowh" Hehehe, sudah tidak sabar si kakak menunggu hari Senin.

Tibalah hari yang dinanti2 Belle, tadi pagi dia kubangunin dengan ciuman selamat pagi. Jam 07.30 kami berangkat ke sekolahnya. Sepanjang perjalanan, aku ingatin Belle supaya nanti di Ancol minum yang banyak (botol minumnya sudah digantung di pundak), kalo mau pipis atau pup harus bilang ibu guru, jangan jauh-jauh dari Ibu Eva atau Ibu Maria, pegangan sama teman. Di tas Belle, mami udah siapin makan siang pakai ayam dan chicken nugget, ada frutie dan buavita kalo Belle haus. Frutienya ada dua, dibagi yah sama teman disebelah Belle. Ini ada topi, kalo panas Belle pakai yah, kalo gak pakai jangan lupa simpan di tas. Ini ada baju ganti, ada saputangan handuk, ada tissue. Belle yang diajak ngomong malah sibuk ngeliatin poster filem di Atrium Mal, mungkin dia udah eneg, tiap kali mau jalan sama teman-teman dari sekolah, pesanku selalu sama dan diulang-ulang kaya kaset rusak. Hehehe.

Jam 08.30, anak-anak yang sudah dibriefing di kelas berbaris menuju bis hiba utama. Ada sekitar 40 anak yang ikut Field Trip kali ini. Bersama orangtua lainnya, aku dan papinya heboh melambaikan tangan ke Belle yang terakhir masuk bis. Dia duduk di kursi paling belakang bersama Rio dan Ibu Eva. Belle senyum membalas lambaian tangan kami.

Jam 13.00 anak-anak sudah kembali ke sekolahnya. Barusan aku telpon Belle, dia antusias sekali bercerita:
Belle: "Mami, tadi seru banget gileee (!) Belle nonton filem ikan pakai kacamata 4 dimensi. Uhh.., seru banget ! Beneran deh"
Mami: "Oh yah, Belle gak takut? Kecipratan air gak?"
Belle, "Belle takut sih mi (suara melemah)..., abis filemnya seram, kaya benaran. Kita sampe kebasahan lowh"
Mami, "Nah, katanya seru. Terus Belle gimana?"
Belle, "Belle buka kacamatanya mi..., abis serem. Eh.., rupanya teman-temanku juga takut. Joel, Jovanka, Reandro yang lain banyak juga takut dan buka kacamata"
Mami, "Kok takut, itu kan cuma filem. Mau gak kita nonton lagi?"
Belle, "Gak mau ah. 1 mensi, 2 mensi, 3 mensi, 4 mensi, 5 mensi. Apaan tuh? Bikin takut anak-anak aja (bow, dia ngomelin pengelola Ancol nih, hahaha).
Mami, "Terus kemana lagi tadi?"
Belle, "Belle nonton pertunjukan lumba-lumba, anjing laut, kuda nil. Kuda nilnya malas buka mulut, dikasih makan sama pelatihnya, dilempar-lempari pisang supaya buka mulut (buset dah)"
Mami, "Tadi Belle pipis gak di Ancol? Pakai topi gak?"
Belle, "Ancol gak panas mi, Belle gak pakai topi. Belle gak pipis. Belle habisin semua frutie dan buavitanya"
Mami, "Hah? Abis 3 kotak dong? Belle gak bagi ke teman?"
Belle, "Ibu guru gak suruh bagi. Salah sendiri. Yang lain juga pada bawa kok"
Mami, "Makannya habis gak?"
Belle, "Tadi enggak keburu. Ini baru dihabisin di mobil jemputan, disuapin Mbak Mira"
Mami, "Yah sudah, ntar langsung bobo yah abis cuci tangan. Belle udah cape kan?"
Belle, "Mamiii (suara melembut).., Belle kepengen es krim. Boleh yah?"
Mami, "Hmmm, boleh deh. Tapi nanti yah abis bobo siang dulu"
Belle, "Asyikkk ! Mbak, boleh kata mami ! "

Hmm, I miss you girl !
Tadi di sekolahnya, orangtua yang lain pada bilang Mami Belle kurusan. Yah iyalah, kurang 8 kg gitu lowh :) Trus pada bilang Belle makin mirip sama maminya. Hehehe, berarti tambah cantik dong yah ^-*

Mengajak Belle berolah-raga Minggu pagi di Taman Mini

Minggu, 22 Februari 2009

Kemarin aku berhasil menggeret si papi untuk mengajak Belle menghirup udara segar di Taman Mini. Selama ini tiap Minggu Belle lebih sering diajak jalan ke gereja, rumah oma, rumah opung, Mal, Gramedia. Sudah lama aku ingin membuat kegiatan outdoor setiap Minggu untuknya. Selain karena banyak acara, si Papi yang tetap kerja hari Sabtu sering bangun siang hari Minggunya.

Meski udah agak kesiangan, jam 09.00 tetap aja kami berangkat menuju Taman Mini. Di bagasi sudah ada sepeda Belle, karpet plastik buat alas duduk di rumput. Tiba di Taman Mini setengah jam kemudian, Belle sudah teriak senang melihat badut bobo beraneka warna di lapangan air mancur. Akhirnya kami turun disana, Belle bersepeda keliling air mancur sambil sesekali menyalam dan menyapa badut Bobo. Bukannya lihat kedepan, Belle asyik melihat si Bobo ungu lagi ngapain, si Bobo pink dimana, dll dll. Kalo bukan aku yang megangin stang sepedanya, udah nabrak orang berapa kali dari tadi :)

Setelah dapat 5 putaran, lumayannnn, bunderannya luas lowh. Belle minta turun karena pengen jalan. Sepeda kita masukin mobil, lalu jalan mengitari Taman Mini sambil lihat2. Ini kali keberapa Belle kesini, dan baru kali ini berhasil membuatnya bersepada. Ternyata ada pasar kaget dengan Taman Burung, wah tumpah ruah dan penuh banget. Belle minta ke Taman Burung, aku bilang nanti aja deh. Lihat yang lain dulu. Pas lewat Rumah Adat Batak, Belle teriak, "Mami ! Itu rumah bolon..., rumah adat orang Batak. Di sekolah Belle diajarin lowh, mewarnai Rumah Bolon" Wah, aku terharu dong, anakku menghargai warisan leluhurku, halah.
Mami, "Belle belajar apa aja tentang orang Batak?"
Belle, "Orang batak kalo ketemu harus bilang horas ! Mami kalo ketemu opung - opung orang batak kan mi? Mami harus bilang horas dong"
Mami, "Iya, mami orang Batak. Boru Silalahi. Belle orang apa?"
Belle, "Belle orang Jawa Batak. Papi Jawa, Mami Batak"
Mami, "Pintar. Belle diajari apa lagi tentang Batak?"
Catatan: Guru Belle memang orang Batak, dua2nya lagi. Jadi wajar tema belajar TK A bulan Februari ini seputar Batak. Belle, "Belle belajar tentang Danau Toba, ada pulau kecil di tengahnya namanya Samosir. Terus Belle juga belajar orang Batak pakai ulos."
Mami, "Belle udah pernah kan ke Samosir dan Danau Toba? Masih ingat gak?"
Belle, "Masih, di dekat Medan kan? Mi, Belle diajari cara membuat kue orang Batak, namanya Pohul-pohul. Enakkkk banget lowh mi"
Mami, "Oh yah? Siapa yang ajarin?"
Belle, "Maminya Gracia. Cara membuatnya masukkan tepung, gula pasir, air. Diaduk dan dipohul. Trus dimasak, jadi deh"
Mami, "Ntar minta nantulang bikin yah? Opung juga pernah kan beliin Belle kue pohul-pohul?"
Belle, "Beda mi.., yang ini enak banget"

Hicks.., maaf yah mami gak bisa masak sayang. Kedengarannya sih gampang, ntar aku coba deh batinku. Aku melirik si papi berusaha cool dengan melihat ke arah lain. Berani komentar, gampar nih. Hahaha.

Karena Belle ingin melihat lagi Rumah Bolon, jadilah kami masuk ke Rumah Bolon. Didalam Belle dan aku sibuk pose pose didepan rumah bolon yang miniatur, didepan gong dan gondang alat musik Batak, didepan maniken pakaian adat tapanuli.

Didepan Rumah Bolon, ada stasiun kereta monorel yang mengelilingi Taman Mini, Belle minta naik. Jadilah kami bertiga menikmati pemandangan Taman Mini dari atas. Murah meriah, hanya Rp. 10,000/ orang. Tadi waktu masuk gerbang TMII, harga tiket 3 orang + mobil Rp. 37,000,-

Puas naik kereta, Belle minta ke Taman Burung. Dengan membayar Rp. 7,000/orang, masuklah kami ke Taman Burung. Di dalamnya Belle sibuk bertanya nama burung, apa yang dimakan, kenapa warnanya begitu, dll. Papinya sibuk jepret sana sini, kameranya sudah setahun nganggur sejak dia kembali ngantor di proyek konstruksi. Melihat orang-orang sibuk memberi makan ikan mas yang guendut2 banget, Belle minta dibeliin makanan ikannya. Setelah dapat, Belle sibuk memberi makan ikan itu, mending kalo dikasih satu-satu..., langsung jebret dituang lowh dari plastiknya. Huaaaa, untung cuma Rp. 2,000,- Eh Belle belum puas, dia minta lagi, yang sebelah sana belum kebagian katanya. Wah cukup cukup, ntar ikannya kegendutan gak bisa berenang kataku.

Setelah puas, kami memutuskan makan di Tamini Square, udah jam 1 siang, udah mulai panas, tadinya pengen makan di Pecel Madiun. Tapi udara begini pengen yang berAC.

Minggu depan: Bersepeda di Pasar Pagi Ancol :) Kali ini harus ajak opung boru, kemarin ngambek gak diajak. Padahal aku gak tahu kalo mama ada di rumah, biasa juga sudah melanglang buana di pesta2 Batak. Semakin sering olahraga di outdoor, selain untuk hidup sehat, kantong juga sehat. Mal harus dijauhi. Hahaha.

Photo2 sudah diupload di FB.

Belle merayakan Valentine dengan Papa dan Mama di sekolah

14 Februari 2009

Sebenarnya aku sudah menyiapkan tulisan liputan dengan judul: "TKK 07 BPK Penabur Gunung Sahari menggelar acara Valentine’s Day with Mam and Pap - Lomba Melukis Lampion" Namun karena tulisan itu diperuntukkan untuk redaksi tabloid BPK Penabur dan belum tayang, aku harus membuat cerita baru dan khusus bercerita tentang Belle.

Baru kali ini, aku merayakan Valentine's Day. Selama ini hari ini berlalu begitu saja, tanpa kesan, tanpa perayaan apapun. Termasuk ketika masih pacaran, Noldy dan aku selalu melewatkannya. Kebetulan tanggal 14 Februari tahun ini jatuh pada hari Sabtu, sehingga kami memutuskan untuk ikut acara Lomba Melukis Lampion bersama Belle di sekolahnya. Si papi sudah ijin cuti setengah hari ke bosnya.

Sebelum memulai acara, Ibu Maria memperkenalkan juri yang sudah berpengalaman sebagai juri lomba melukis dalam berbagai media termasuk lampion. Juri mengingatkan bahwa cat yang digunakan adalah cat untuk tekstil, sehingga peserta harus berhati-hati agar tidak mengenai baju, karena cat jenis ini tidak akan hilang oleh air. Wah, gawat bisikku keapda papi. Sangat diragukan Belle bisa diajak kerjasama, kalo yang namanya melukis Belle sangat "penci-lakan' Kriteria penilaian juri ada tiga: kreativitas, kerapihan, kompisisi warna. Aku dan papi sudah pasrah, kita ikut meramaikan sajalah. Selain sama-sama tidak pintar melukis dan menggambar, kami sangat yakin 100% Belle akan menjadi bos dan mengacaukan hasil kerja kami dengan lukisannya sendiri. Hehehe. Tema gambar tidak ditentukan, alhamdulillah kataku. Kalo sampai ditentukan gak tadi deh jadi apa nanti. Aku dan papi rencana melukis 3 bentuk hati saling berpegangan tangan, melambangkan kami bertiga. Pokoknya gambar itu aja deh, paling gampang dan ketahuan bentuknya kataku.

Lomba dimulai pukul 08.25. Ada sekitar 40 lebih peserta. Lomba diadakan di ruang kelas TK, gelaran di lantai dengan karpet. Sesuai instruksi juri, papi terlebih dahulu menggambar sketsa dasar pada lampion dengan cat warna putih, baru kemudian diwarnai. Aku dan Belle sibuk mencampur warna. Mudah ditebak, Belle asyik banget mencampur semua warna sesuka hatinya. Papi dan maminya hanya bisa pasrah sambil berusaha mengarahkan supaya gak semua cat jadi warna hitam :) Sementara yang lain juga sibuk menggambar, aku melirik kecut. Wah, hebat2 juga nih gambarnya. Kita nih yang paling jelek kataku. Ah sudahlah, yang penting Belle enjoy kata Noldy. Kebanyakan melukis bentuk hati dan bunga, paling gampang soalnya.

Belle udah mulai gak sabar menunggu papinya selesai melukis sketsa, dengan kuas yang dia pegang, dia mulai mewarnai bentuk hati yang ada. Berkali-kali aku pegang tangannya supaya gak keluar dari bentuk dan terutama catnya mengenai bajunya. Yang tadinya ingin menggambar 3 bentuk hati berpegangan tangan, jadinya malah 3 hati plus 3 bunga. Hahaha, soalnya bentuk lampionnya ada sekat-sekat, jadi susah menggambar tangan menghubungkan hati ke sekat yang lain. Setelah menulis nama Belle, Papi, Mami di bawah hati, aku dan Belle mewarnai pelangi diatas dan warna hijau dibawah. Setelah itu Noldy yang memblock warna kuning agar cerah. Jrenggg selesai sudah, hmm not bad. Lumayan lah buat senang-senang :)

Seharusnya lomba selesai jam 10.25, tapi sejak jam 10.00, banyak peserta yang selesai melukis dan menyerahkan lampion untuk digantung pada tempat yang telah disediakan. Dengan begitu, kita bisa melihat karya peserta lainnya. Hmm, ternyata lampion kita gak terlalu jelek. Hampir sama dengan yang lain. Tapi ada satu lampion yang bikin hati ciut minder, lampion nomor 9 bergambar bunga dengan warna dasar lampion diblock merah. Mirip lukisan China. Kataku, gak mungkin orang biasa, pasti pelukis nih orang.

Sambil menunggu juri selesai menilai. Ibu Maria melanjutkan acara. Seorang bapak, orangtua dari siswa yang bekerja sebagai Kepala Cabang Bank CIMB Niaga memberi penjelasan (sekaligus promosi) tentang rencana Field Trip siswa TKK 07 ke Bank CIMB Niaga. Field Trip akan diadakan pada akhir Februari untuk memperkenalkan siswa TK B pada kegiatan menabung dan kegiatan yang berlangsung di dalam Bank. Kebetulan Belle udah pernah merasakan menabung sendiri di BCAnya Kidzania, jadi masih bisa sabar menunggu nanti giliran mereka setelah naik kelas ke TK B.

Acara lanjut dengan games keluarga yang dipandu oleh Ibu Maria. Games berupa permainan lomba menempel bagian dari gambar burung kakak tua dimana mata peserta ditutup dengan kain. Peserta games harus berasal dari satu keluarga: mama, papa dan anak. Berhubung Belle asyik main ayunan sama temannya, aku dan papi jadi penonton sajalah.

Pada waktu pengumuman, aku sudah bisikin ke Belle jangan kecewa kalo gak menang. Karena ada waktunya menang, ada juga saatnya kalah, namanya juga perlombaan. Tahun lalu kan Belle dapat piala lomba nyanyi, kalo yang kali ini gak dapat jangan sedih yah? Belle mengangguk. Yang menang lampion nomor 9. Ada juara 1,2,3. Harapan 1,2,3. Syukurlah Belle tidak kecewa ketika tidak dipanggil sebagai pemenang, duh maaf yah nak. Papi mami nih yang gak bisa melukis :(

Anak-anak cepat terhibur karena mereka boleh membawa pulang lampion yang telah dilukis bersama mama dan papanya. Mereka juga mendapat hadiah kejutan berupa pralin coklat berbentuk hati berwarna merah jambu serta gantungan manis berbentuk hati warna merah.

Aku dan papi sangat menikmati hari Valentine ini bersama Belle yang juga sangat senang bisa ikutan lomba melukis bersama papi mami. Katanya didalam mobil, "Mami, Belle tadi gak menang, gpp kan?" Wah, aku langsung jawab, "Bukan salah Belle. Mami Papi yang kurang pintar menggambar. Tadi Belle pintar banget melukisnya. Gak harus juara dan dapat piala. Yang penting kita semua senang, Wokeh?"


Setelah itu kami menuju Bakmi Babah Tjong di sebelah Ursula, gile bakminya gak ada matinya. Wuenakkk banget. Baru kali ini aku menemukan bakmi dengan mie besar yang rasanya seenak itu. Gak heran BBT ini bertahan puluhan tahun. Eh, ada es durennya juga lowh. Udah belasan tahun juga. Kok jadi cerita makanan sih? Gerda gitu lowh :)

Belle tampil beryanyi bersama teman-temannya di Pameran Pendidikan di PRJ

Sabtu, 7 Februari 2009

Sepertinya ini acara dadakan, karena orangtua baru diinformasikan lewat buku penghubung hari Kamis. Padahal acaranya tinggal 2 hari lagi. Hari Jumat Belle latihan menyanyi bersama teman-temannya yang terpilih mengisi acara. Dan dibagikan baju yang dipinjamkan sekolah untuk dipakai tampil. Bajunya merah dengan vest merah, plus rok juga merah garis-garis. Malamnya aku coba rok itu ke Belle, agak kesempitan. Terpaksa didedel sedikit dan diperbesar :)

Hingga Sabtu pagi, aku belum tahu mereka akan menyanyikan lagu apa. Setiap ditanya, Belle mengangkat bahunya. "Semuanya dinyanyiin mi" katanya. Wah yang mana sih ?


Setelah semua kumpul, anak-anak masih diajak latihan di kelas. TK A hingga TK B. TK A bernyanyi, TK B ada yang menari ada yang main angklung. Belle berdiri di barisan depan paling kiri. Sewaktu latihan, dia hafal semua gerakan tangan sambil menyanyi, tapi seperti biasa, selalu melihat ke arah temannya untuk mastiin dia sama :)

Pukul 1 kurang, anak-anak sudah tiba di PRJ Kemayoran. Ternyata nama acaranya Festival Cap Gomeh. Di sekeliling panggung sudah berdiri stand berbagai sekolah dan kursus di daerah Jakarta Pusat. Saat kami tiba, di panggung sedang tampil band anak SMP.

Sambil menunggu giliran, anak-anak dibagikan makan siang berupa Paket Hokben. Belle aku temani makan, dia suka banget nasinya yang pulen itu, paling cepat habis deh kayaknya. Setelah semua anak makan, tidak lama kemudian TKK 07 Penabur giliran tampil. Setelah TK B menari, tiba giliran TK A menyanyi.

Belle dan teman-temannya ramai-ramai naik panggung. Lagu pertama berbahasa mandarin, aku gak ingat judulnya. Belle dan teman disebelahnya persis didepan mik. Anak-anak masih ragu, jadilah suara mereka kecil-kecil banget hampir tidak kedengaran :) Setelah itu mereka menyanyikan lagu Lause How. Ini lagu sudah sering dinyanyikan Belle, kali ini suara anak2 kedengaran jelas. Dan Belle sangat hafal semua gerakan tangannya, tapi seperti biasa sering melirik temannya di belakang untuk mastiin gerakannya gak salah. Hahaha. Habis lagu ini, Belle dan teman-temannya menyanyikan lagu Kungsili (tahu deh benar kagak tuh nulisnya, hahaha. gak pernah belajar bahasa mandarin nih). Lagunya tentang Gong Xi Fa Chai deh keknya, soalnya ada kalimat itu, trus sambil mengepal kedua tangannya, Belle nyanyi, "Kungsi Mama Papa...bla bla bla"

Setelah itu mereka tampil gabungan dengan TK B yang bermain angklung. Kali ini mereka nyanyi lagu Yesus Sayang Padaku dalam 3 bahasa (mandarin, english dan bahasa indonesia). Terakhir mereka nyanyi Singing Glory Praise The Lord, Haleluya.

Sehabis nyanyi dan turun panggung, aku memeluk Belle sambil menciumnya. "Belle pintar, paling hafal gerakan dari tadi. Tapi lain kali jangan terlalu sering lihat ke belakang yah nak?" Belle cuek aja, dia nagih es krim yang dijanjikan dari kemarin. Hehehe. You make me so proud princess. Muachhh.

Kunjungan pertama Belle ke dokter gigi

Loving Moms Goes to Canina Dental Care
Minggu, 1 Februari 2009

Sejak lama Belle punya bayangan mengerikan tentang dokter gigi, ini karena dia pernah beberapa kali menonton acara Mr. Bean ke dokter gigi. Disitu diceritakan Mr. Bean teriak kesakitan ketika disuntik, dan diperlihatkan suntiknya besar sekali.

Aku memperhatikan setahun belakangan, 2 gigi geraham Belle seperti coak bagian tengahnya. Tidak bisa dibilang berlubang, karena bentuk coaknya itu rapi, warnanya kuning seperti sisa makanan, dan tidak ada keluhan sakit sekalipun dari Belle. Untuk menandai arisan pertama LM tahun 2009, aku dan Nia sepakat mengadakannya berbarengan kegiatan memperkenalkan anak-anak ke dokter gigi. Kebetulan Dera sudah pernah kesana, dan sangat merekomendasikan tempat ini. Dokternya ramah, benar-benar berorientasi pada anak-anak, karena dia memang spesialis dokter gigi anak, tempatnya dibuat nyaman dan child friendly.

Setelah seminggu bercerita bahwa ke dokter gigi anak itu beda dengan dokter giginya orang besar, apalagi yang di Mr. Bean itu. Belle sepertinya mulai percaya ceritaku, apalagi dia tahu teman-temannya di LM juga ikut, ada Vida, Cello, Kayla, Keishia, Fara, Fira, Benning, Nayaka, Mayla, Abim, dll.

Sayangnya, begitu tiba di Canina ternyata pasien yang pertama datang justru Belle dan Nayaka. Jadilah Belle mulai ngambek karena tidak melihat Kayla. Setelah dibujuk, Belle akhirnya mau diajari cara menyikat gigi yang benar dengan susternya. Ternyata aku salah teknik, bagian gigi geraham sebelah luar harusnya disikat dengan cara memutar. Orangtua juga dikasih tahu cara menyikat gigi yang benar, supaya bisa mengingatkan anak di rumah.

Kelar sikat gigi, Belle diminta duduk di kursi periksa yang dibuat khusus anak-anak, Drg. Putu sudah menunggu. Belle langsung takut, apalagi melihat kursi dan peralatannya mirip seperti yang di Mr. Bean, padahal cuma ada beberapa item dan tidak ada suntik lowh. Tadinya berani duduk sendiri, tapi begitu Drg. Putu mulai ambil kaca mau periksa giginya, Belle langsung berontak turun. Akhirnya Belle diperiksa giginya dengan dipangku papinya yang hampir seperti posisi tidur di bawah Belle :)

Drg. Putu bilang gigi Belle kecil-kecil dan berjarak. Ternyata itu malah bagus, memberikan tempat yang cukup untuk geraham permanennya untuk tumbuh, sehingga tidak ada gigi gingsul dan gigi permanennya nanti rapi. Walah, lega banget, tadi mikir kok aneh yah giginya ada jaraknya gitu. Semua gigi dalam keadaan bagus, nah yang gigi geraham Belle itu coak karena bentuknya mangkok. Sehingga sisa makanan gampang nyangkut, akibatnya gigi yang perlahan-lahan coak, belum lagi kalo disikat dengan nafsu. Hehehe, jadi ngaku nih, memang aku semangat banget sih nyikat bagian yang itu, soalnya penasaran kok giginya ada yang kuning gak bisa bersih.

Akhirnya gigi geraham Belle ditambal, Drg. Putu bilang cukup dicelupin kapas pembersih, tidak perlu dibor karena tidak ada kuman. Warna dan bentuk tambalannya pun disesuaikan dengan anak-anak, mirip permen karet cuma dimasukin sedikit.., cluppp langsung jadi lowh ! Hebat yah? (norak nih, biasanya tambal gigi pakai yang putih-putih mirip semen itu kan). Warna tambalannya orange lagi :) Sepanjang proses ditambal ini (padahal cuma 5 menit lowh), Belle meronta, nangis dan takut disuntik. Geraham yang satu lagi belum berhasil ditambal karena Belle sudah keburu bangun dan ngacir.

Setelah Belle, berturut-turut anak-anak LM diperiksa giginya. Ada yang harus ditambal, ada juga yang gak perlu, ada yang pakai nangis, ada juga yang anteng. Seperti Kayla yang ditunggu2 Belle, dengan berani duduk sendiri diperiksa dokter. Ketika mau ditambal, Kayla gak nangis, bahkan ketika giginya harus dibor, Kayla tetap santai. Wah, Belle takjub melihat temannya. Aku bisikin, ayo Kayla pintar dan berani tuh. Masa Belle takut? Emangnya tadi sakit? Mendengar ini, Belle bisik, "Belle mau coba lagi, berani sendiri kok"

Akhirnya Belle diperiksa lagi, dengan berani dia duduk sendiri. Si dokter tersenyum dan memuji Belle, yang dengan polos bilang, "Belle masih agak takut sih" "Lowh, kok takut. Emang tadi sakit?" tanya dokternya. Belle menggeleng. Setelah itu dengan tenang Belle membuka mulutnya, lalu clupp tambal yang kedua dimasukin. Setelah itu Belle turun dengan bangga menghampiri aku dan papinya. "Belle tadi berani kan? Mami papi lihat kan?"
Setelah diperiksa, Belle dan anak-anak dikasih hadiah stiker, sikat gigi dan odol.

Sejurus kemudian, aku dan Nia bisik-bisik kaget dengan angka yang tertera di kuitansi. Paket pengenalan gigi Rp. 175,000 (ini sudah tahu dari awal). Tambal gigi Rp. 325,000/gigi. Jadilah aku membayar Rp. 850,000,- Maklum udah 5 tahun tidak ke dokter gigi, dan sebisa mungkin jangan sampe deh (trauma cabut gigi waktu kecil, payah nih. hehehe). Bayar segitu bikin shock juga, hampir pingsan sih. Hahaha. Tapi demi anak yah, rela dan iklas ajalah. Apalagi perawatan gigi susu memang mutlak agar gigi permanennya kelak tumbuh baik. Sebenarnya di Penabur sekolah Belle ada pemeriksaan gigi gratis secara berkala. Bahkan jika diperlukan tindakan, bisa segera dilakukan.

Monday, February 16, 2009

Laporan Valentine's Day: LM berbagi kasih dengan anak-anak Panti Asuhan Taman Fioreti

Minggu, 15 Februari 2009 pukul 13.00, rombongan Loving Moms yang terdiri dari Gerda mom Belle, Yannie mom Matthew dan Jayson, Rika mom Nadine tiba di depan rumah yang baru saja dikontrak Yayasan Taman Fioreti di jalan Raya Kampung Sawah, Gang Pos, Pondok Gede. Rumah ini jauh lebih baik keadaannya dibanding dengan rumah sangat sederhana yang mereka tempati sebelumnya yang lokasinya berada tidak jauh dari rumah baru ini.

Kami disambut dengan ceria oleh anak-anak Panti yang mengenakan seragam kaus kuning. Rupanya mereka baru saja menerima kunjungan tamu. Suster Rosa dan Suster Ryan menyambut kami dengan ramah, kami diajak masuk dan duduk bersama dengan sekitar 40an anak-anak Panti di ruang tamu. Untuk memulai acara, Suster Rosa meminta Larry, papa Nadine memimpin doa.

Suster Rosa mengajak anak-anak berdiri untuk menyanyikan lagu selamat datang bagi kami. Dilanjutkan dengan beberapa lagu rohani lainnya. Anak-anak Panti terlihat bersemangat bernyanyi dan bertepuk tangan. Suster Rosa kemudian mempersilahkan kami memperkenalkan diri. Sebagai moderator LM, aku menyapa anak-anak Panti sambil memperkenalkan diri dan teman-teman LM. Aku menjelaskan kedatangan kami adalah untuk berbagi kasih, merayakan momen Valentine dengan adik-adik di Taman Fioreti.

Suster Rosa kemudian meminta anak-anaknya untuk memperkenalkan diri. Satu persatu anak-anak Panti berdiri menyebutkan nama, umur dan kelasnya. Sebagian besar anak-anak ini masih duduk di Sekolah Dasar, sebagian kecil duduk di bangku SMP dan SMA. Ada pula beberapa anak yang masih balita, bahkan ada bayi yang baru berumur 2 bulan. Bayi ini dirawat oleh Panti karena ibunya kurang waras dan tidak mampu membesarkan bayinya dengan pekerjaannya sebagai buruh cuci. Suster Ryan menjelaskan kepada aku, bahwa sebagian besar anak-anak berasal dari orangtua yang tidak siap menerima kehadiran seorang anak karena hubungan di luar nikah di usia muda, ada pula yang orangtuanya tidak mampu membesarkan anak, ada beberapa anak yang ditemukan terlantar. Disini ada beberapa anak yang mempunyai kebutuhan khusus karena tergolong autis. Aku memperhatikan, sebagian besar anak-anak bertubuh kecil, namun semuanya terlihat ceria dan ramah. Mereka sangat sopan menyapa dan mencium tangan kami ketika berkenalan.

Anak-anak diminta oleh Mama - sebutan mereka kepada suster-suster Alma mempersembahkan beberapa lagu, mulai dari anak SD, SMP hingga SMA. Mereka terlihat kompak bernyanyi. Lagu Laskar Pelangi menjadi lagu terakhir dinyanyikan bersama. Bella tidak ketinggalan, dia menyanyikan lagu Nabi Nuh dengan berdiri rapat ke mamanya, hehehe.

Tiba saatnya penyerahan sumbangan. Yannie dan Rika menyerahkan sumbangan baju dan tas dari Anita, Sahabat LM. Noldy, papa Bella dan Larry, papa Nadine menyerahkan TV sumbangan Dina, Sahabat LM. Aku sendiri, selaku moderator LM menyerahkan sumbangan uang sebesar Rp. 8,000,000,- (delapan juta rupiah) yang merupakan sumbangan dari LM dan Sahabat LM untuk bantuan uang sekolah anak-anak di Panti Asuhan Taman Fioreti. Kami juga menyerahkan 60 snack box dari Dera mom Keishia & Deo untuk dinikmati anak-anak Panti sebagai snack sore.


Sebelum pamit, kami berfoto bersama dengan anak-anak Panti. Anak-anaknya sangat cepat akrab, bahkan Mom Yannie sempat tidak diperbolehkan pulang. Sebelum meninggalkan Panti, Suster Rosa menitipkan salam kasih dan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Loving Moms dan Sahabat LM atas perhatian, kasih dan bantuan uang sekolah yang diberikan kepada anak-anak di Panti Asuhan Taman Fioreti. Bantuan kasih ini sangat membantu mereka melanjutkan pendidikan untuk masa depan yang lebih baik.



Demikianlah hari itu menjadi Valentine terindah bagi kami, betapa bersyukurnya kami bisa berbagi kasih dengan anak-anak yang membutuhkan. Terimakasih kepada semua donatur untuk kasihnya. Tuhan memberkati. Amin.


TOTAL DANA AKHIR yang diserahkan ke Panti Asuhan Taman Fioreti adalah sebesar : Rp. 8,000,000,- (delapan juta rupiah)






Sumbangan Non Cash


- used TV 29",

- baju-baju dan tas untuk anak remaja Panti,

- 60 snack box untuk anak-anak Panti






Terimakasih untuk kasihnya.

Kami doakan berkat melimpah bagi keluarga. Amin.

Love dari Panitia
-Gerda, Dera, Nia, Yannie-

Loving Moms
Let's Share Our Love With Everyone